43 Tahun Perjalanan Hino di Indonesia, Kontribusi Nyata bagi Manufaktur dan Industri Nasional

Diposting pada 27 Jan 2026

43 Tahun Perjalanan Hino di Indonesia, Kontribusi Nyata bagi Manufaktur dan Industri Nasional
Selama lebih dari empat dekade beroperasi di Indonesia, Hino Indonesia terus memperkuat perannya sebagai mitra strategis jangka panjang bagi perkembangan industri transportasi nasional. Komitmen tersebut diwujudkan melalui investasi berkesinambungan di sektor manufaktur kendaraan niaga, penguatan ekosistem industri lokal, serta penyediaan layanan purna jual yang terintegrasi guna memastikan keberlangsungan dan efisiensi operasional pelanggan.

Melalui entitas manufakturnya, PT Hino Motors Manufacturing Indonesia (HMMI), Hino mengelola fasilitas produksi terintegrasi dengan total area mencapai 296.000 meter persegi dan luas bangunan lebih dari 169.000 meter persegi, yang didukung oleh lebih dari 1.500 tenaga kerja. Pabrik ini memiliki kapasitas produksi hingga 75.000 unit kendaraan per tahun, dengan proses manufaktur yang mengacu pada standar global Hino Motors Limited, Jepang, untuk segmen light duty truck, medium duty truck, hingga bus.

Komitmen Hino dalam memperkuat industri otomotif nasional juga tercermin dari capaian Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang telah melampaui 40 persen, ditambah Bobot Manfaat Perusahaan (BMP) sebesar 14,10 persen. Pencapaian ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang Hino dalam meningkatkan pemanfaatan komponen lokal, mendorong pengembangan pemasok dalam negeri, serta memperkuat rantai pasok industri otomotif Indonesia.
“Capaian TKDN dan BMP tersebut merupakan bukti nyata keseriusan Hino dalam mendukung pertumbuhan industri nasional secara berkelanjutan,” ujar Harianto Sariyan, Director PT HMMI.

Tidak hanya memenuhi kebutuhan pasar domestik, produk Hino buatan Indonesia juga memiliki daya saing di pasar internasional. Sejak memulai kegiatan ekspor pada tahun 2011, Hino Indonesia secara konsisten menyalurkan kendaraan utuh (CBU), CKD, serta komponen ke berbagai negara di kawasan Asia Tenggara, Asia Timur, hingga Amerika Selatan. Negara tujuan ekspor tersebut antara lain Vietnam, Filipina, Thailand, Malaysia, Pakistan, Taiwan, Jepang, Bolivia, Haiti, dan Papua Nugini, yang menegaskan posisi Indonesia sebagai bagian penting dari rantai produksi global Hino.
Kembali ke Daftar Artikel
wa WhatsApp